Salah, Mane, dan Firmino Semakin Gila

Salah, Mane, dan Firmino Semakin Gila

Leg pertama babak semifinal Liga Champions antara Liverpool Vs Roma baru saja menghadirkan pertandingan superclass. Terlihat jelas jika Roma kelabakan dalam mengantisipasi permainan cantik trio Liverpool, Sadio Mane, Mohamed Salah, dan Roberto Firmino.

Malam panas itu pun berakhir dengan skor telak 5-2 untuk kemenangan Liverpool. Dan empat gol tuan rumah dihasilkan oleh trio tersebut. Adapun Salah mencetak dua gol, Firmino dua gol dan Sadio Mane satu gol. Dipertandingan ini, Salah keluar sebagai pemain terbaik dengan juga membuat dua assist (satu untuk Firmino, satu untuk Mane).

Sedangkan Firmino sendiri membuat dua assist untuk dua gol Salah. Catatan performa trio Liverpool itu pun menyimpulkan jika mereka menjadi yang terbaik di Eropa. Menariknya bahwa Jurgen Klopp telah mempersiapkan taktik tersebut untuk bisa mengalahkan Roma.

“Awalnya kami mengiri jika mereka akan bermain dengan formasi berbeda, dan ketika kami melihat daftar susunan pemain, kami memahami sistem permainan itu. Itu bukanlah masalah pada sistem permainan mereka, kami yang berhasil melakukan pekerjaan malam ini dengan sangat baik,” cetus Klopp dalam sesi jumpa pers usai pertandingan.

“Kami sudah melakukan beberapa latihan, malam ini kami praktekan dengan memberikan umpan-umpan dibelakang mereka, kami berlari di belakang pertahanan mereka, dan mereka kesulitan bertahan melawan kecepatan kami,”

Meski mendapatkan hasil bagus di leg pertama ini, namun Klopp tetap melihat bahwa semua hasil itu tidak mudah didapat. Mantan pelatih Borussia Dortmund ini menilai jika para pemain harus berjuang keras untuk bisa mendapatkan posisi menguntungkan.

“Jelas bukan pekerjaan mudah, butuh banyak pekerjaan untuk menciptakan posisi seperti itu dan para pemain sudah melakukan pekerjaan dengan baik,” Klopp mengakhiri.

Kemenangan besar ini jelas menjadi modal bagus bagi Liverpool dikala mereka melakoni leg kedua dikandang Roma, Olimpico, Italia tengah pekan mendatang.

Kolarov Ingatkan Roma Jika Liverpool Bukan Hanya Salah

Kolarov Ingatkan Roma Jika Liverpool Bukan Hanya Salah

Mohamed Salah kembali menjadi sosok yang besar jelang pertandingan Liverpool kontra AS Roma di partai semi final Liga Champions musim ini. Perihal berita ini, pemain bertahan, Aleksandar Kolarov, memberikan peringatan kepada rekannya di Roma untuk tidak fokus kepada Salah saja.

Leg pertama semi final sendiri akan digelar terlebih dahulu di markas Liverpool, Anfield Stadium. Skuat asuhan Jurgen Klopp ini memang menjadi tim unggulan untuk meraih kemenangan dipertandingan panas nanti.

Untuk mencapai kesuksesan tersebut, Klopp diprediksi akan menjadikan Salah sebagai tumpuan di lini depan Liverpool. Pemain asal Mesir itu sedang tampil apik di musim ini, dengan catatan total 40 gol dari 44 pertandingan dalam semua kompetisi, maka sangatlah wajar jika Roma mewaspadai pergerakan Salah.

Meski demikian, Kolarov menekankan kepada semua pemain Roma untuk tidak melihat pergerakan Salah saja. Disini, Kolarov menyebut ada pemain lain selain Salah yang lebih berbahaya macam penyerang kelahiran SenegalSadio Mane, dan penyerang andalan Brasil, Roberto Firmino.

Atas dasar itulah, Kolarov siap mengeluarkan segala kemampuannya agar bisa memberikan penampilan terbaik seperti yang dilakukannya ketika melawan Barcelona.

“Tim tidak hanya memikirkan bagaimana cara menghentikan pergerakan Salah ataupun pemain lain. Yang pasti, kami harus bermain sebagai sebuah tim untuk melakukan sesuatu yang hebat. Kami bermain baik bersama. Kami tak hanya terfokus pada Messi dan besok akan tetap sama. Kami harus bermain sebagai sebuah kesatuan tim yang solid.” demikian pernyataan singkat Kolarov soal persiapan Roma menghadapi Liverpool.

Salah tak hanya baik dalam pentas domestik saja, pembuktian terakhir sudah dia perlihatkan dengan menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan Manchester City. Bermain di babak perempat final kemarin, Salah menjadi pemain penting Liverpool yang sukses menyingkirkan tim garapan Pep Guardiola tersebut.

Dalam partai dua leg, Salah mencetak dua gol serta mengantar The Reds menang dengan agregat 5-1 atas Manchester City.

Naluri Pencetak Gol Sadio Mane Tak Pernah Diragukan

Naluri Pencetak Gol Sadio Mane Tak Pernah Diragukan

Penyerang Liverpool, Danny Ings, melihat sosok Sadio Mane sebagai pemain dengan kualitas luar biasa baik. Lantas dirinya sangat kagum dengan pemain kelahiran Senegal tersebut dan tak ragu mengklaim jika Mane sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat ini.

Mane menjelma sebagai penyerang yang menakutkan bersama Mohamed Salah dan Roberto Firmino di lini depan Liverpool. Trio ini terus menebar ancaman pertahanan lawan baik dikompetisi lokal maupun interlokal.

Dan dipertandingan terakhirnya, Mane sukses menjadin gol pembuka Liverpool dalam kemenangan telak 3-0 atas Bournemouth dilanjutan Premier League akhir pekan kemarin. Hal tersebut juga memperkuat status Mane sebagai pemain asal Senegal dengan catatan gol tertinggi di Liga Inggris.

Ings lantas memberikan banyak pujian terhadap kualitas Mane. Ings juga merasa sosok Mane pantas diberikan apresiasi besar oleh media-media Inggris.

“Tidak ada istilahnya musim buruk bagi Mane, dia benar-benar brilian. Dia sangat tajam, ketika dia menghadapi siapa pun dalam situasi lawan satu,” ucap Ings kepada media.

“Berlari kencang dengan tusukan hebat dan membantu Firmino bergerak ke sayap, dan ini adalah hal-hal yang terkadang tidak diperhatikan. Ini tentang gol dan assist. Mane melakukan semua itu. Tetapi ini adalah soal gerakan dan kecepatannya yang benar-benar membuat saya menarik,” tutup Ings.

Mane merupakan pemain yang tergolong baru di Liverpool, musim 2016 adalah musim dimana Mane datang ke Anfield dari Southampton. Sejauh ini, Mane sudah mengoleksi 67 pertandingan dan menyumbangkan 30 gol. Dan dalam hitungan beberapa bulan lagi, Mane akan bersiap membantu timnas Senegal di ajang Piala Dunia yang akan diselenggarakan di Rusia bulan Juni 2018.

Kisah Sadio Mane, Anak Dari Imam Masjid yang Sukses Bersama Liverpool

Kisah Sadio Mane, Anak Dari Imam Masjid yang Sukses Bersama Liverpool

Tak hanya soal Mohamed Salah yang sukses menjelma menjadi bintang lapangan hijau Liverpool, namun akan menjadi tidak seimbang ketika menghilangkan nama Sadio Mane dari sisi pemain bintang tersebut.

Sebelum nama Salah muncul, Mane sudah lebih dulu sukses memberikan keyakinan bahwa lini depan Liverpool sangat berbahaya. Terbukti catatan gol Mane di Liverpool sudah mencapai 40 gol lebih dari semua ajang dalam kurun waktu 2016/18.

Jika membandingkan Salah dengan Mane, maka tidak semuanya menghasilkan perbedaan. Ada satu hal yang sama dan itu sangatlah penting, dimana keduanya berasal dari benua Afrika dan juga seorang muslim yang taat.

Nama Mane sudah bisa disejajarkan dengan pemain-pemain terbaik Liverpool sejak sang pemain datang dari Southampton pada musim 2016 lalu. Dari pemain yang sebelumnya tidak dikenal, Mane kini menjadi salah satu penyerang top di kompetisi tertinggi sepakbola Inggris, Premier Legue.

Menariknya, tidak semua orang mengetahui jika Mane adalah anak dari seorang Imam Masjid di kota Senegal. Meski kini tinggal di sebuah kota besar di Inggris dan berhadapan dengan budaya yang berbeda, Mane terbilang sosok yang berpegang teguh pada pendiriannya.

Ketika seorang pemain beragama Islam mencoba beradaptasi dengan lingkungan dan budaya Eropa, Mane memilih untuk tetap berpegang pada keyakinan agamanya. Pembuktian pun diperlihatkan oleh Mane, dimana dalam waktu sesi wawancara.

Mane menyebut jika dirinya tidak akan pernah menyentuh alkohol yang memang diharamkan oleh agama Islam. Ia juga mengaku tetap melakukan salat lima waktu dimana pun berada baik sebelum bertanding maupun sesudah pertandingan.

“Saya tidak akan pernah menyentuh alkohol. Agama merupakan sesuatu yang penting bagi saya. Saya sangat menghormati aturan-aturan Islam, dan saya juga selalu salat lima waktu.” tegas jawaban Mane.

Menurut Mane, Islam merupakan bagian yang paling terpenting. Dalam kesempatan yang sama, Mane juga menyampaikan bahwa perbedaan keyakinan tidak akan menjadi penghalang atau pun jalan berat untuk bisa menggapai mimpinya sebagai pesepakbola profesional.

“Ketika Anda berada di Senegal, 90 persen beragama Islam, dan mungkin 10 persen sisanya beragama Kristen. Tapi kami bisa hidup berdampingan dengan harmonis,” lanjut Mane.

“Saya punya sahabat bernama Luke yang beragama Kristen dan kami sering mengunjungi rumah satu sama lain. Tidak ada pertentangan antara agama saya dan fakta bahwa saya kini bermain berkarir di dunia sepakbola.” Mane mengakhiri.

Aroma kekentalan Agama Islam begitu kuat dalam diri Mane, hal ini bisa dikatakan sangatlah wajar sebagaimana Mane merupakan putra seorang imam masjid di Bambali, sebuah kota kecil di Senegal. Dan baiknya bagi Mane adalah sang ayah tidak mempermasalahkan pilihan sang anak dan ternyata memberikan dukungan besar terhadap jalan Mane sebagai pesepakbola.

Satu hal yang paling tidak disuka sang ayah adalah ketika Mane mengikuti gaya hidup mewah dan foya-foya ala bintang sepakbola. Sejatinya, sang ayah sempat marah dan memberikan teguran keras kepada Mane soal gaya cat rambutnya.

Sadio Mane Sujud

Terlepas dari itu, sang ayah tetap merasa bangga atas apa yang sudah diraih Mane. Senegal patut memberikan penghormatan besar terhadap kinerja Mane dibenua Eropa, bahkan Mane adalah salah satu bintang penting dalam kesuksesan Senegal menembus Piala Dunia 2018 di Rusia.